Batu vulkanik (umumnya dikenal sebagai batu apung atau basal berpori) adalah material fungsional dan ramah lingkungan, yaitu batu berpori yang sangat berharga yang terbentuk dari kaca vulkanik, mineral, dan gelembung setelah letusan gunung berapi. Batu vulkanik mengandung puluhan mineral dan unsur jejak seperti natrium, magnesium, aluminium, silikon, kalsium, titanium, mangan, besi, nikel, kobalt, dan molibdenum. Batu ini tidak memancarkan radiasi dan memiliki gelombang magnetik inframerah jauh. Setelah letusan gunung berapi yang dahsyat, setelah puluhan ribu tahun, manusia semakin menemukan nilainya. Kini, batu vulkanik telah memperluas bidang aplikasinya ke berbagai bidang seperti arsitektur, konservasi air, penggilingan, bahan penyaring, arang barbekyu, lansekap, budidaya tanpa tanah, dan produk hias, memainkan peran yang tak tergantikan di berbagai industri.
Basalt adalah jenis batuan vulkanik dasar, yaitu jenis batuan dengan struktur padat atau berbusa yang terbentuk dari magma gunung berapi setelah mendingin di permukaan. Batuan ini termasuk dalam kelompok batuan magmatik. Struktur batuan ini sering menunjukkan struktur stomata, seperti almond, dan porfiritik, terkadang dengan kristal mineral besar. Basalt yang belum mengalami pelapukan sebagian besar berwarna hitam dan abu-abu, dan ada juga yang berwarna coklat kehitaman, ungu tua, dan hijau keabu-abuan.
Batu basal berpori (batu apung), karena porositasnya yang tinggi dan kekerasannya yang cukup besar, dapat dicampur dengan beton untuk mengurangi beratnya, namun tetap kuat dan memiliki karakteristik seperti insulasi suara dan insulasi panas. Ini adalah agregat yang baik untuk beton ringan pada bangunan bertingkat tinggi. Batu apung juga merupakan bahan penggilingan yang baik, yang dapat digunakan untuk menggiling logam dan bahan batu; di industri, juga dapat digunakan sebagai filter, pengering, katalis, dll. Ubin batu vulkanik alami profesional, lava, dan batu basal dijual.
Waktu posting: 18 Juli 2023


