Senosfer kelas pengeboran
Cenosfer adalah bola berongga ringan dan inert yang sebagian besar terbuat dari silika dan alumina dan diisi dengan udara atau gas inert, biasanya dihasilkan sebagai produk sampingan dari pembakaran batu bara di pembangkit listrik termal. Warna cenosfer bervariasi dari abu-abu hingga hampir putih dan kepadatannya sekitar 0,35-0,45 g/cc, yang memberikan daya apung yang besar. Bandingkan dengan mikrosfer kaca.
LEMBAR DATA
| MILIK | SPESIFIKASI |
| Ukuran partikel | 40-200 mesh |
| Kepadatan Massal | 0,35-0,45 g/cc |
| Kepadatan Partikel | 0.6-1,1 g/cc |
| Tingkat pengapungan % | ≥95% |
| Al2O3 | 27-33% |
| SiO2 | 55-65% |
| Warna | Putih |
| Pengendapan (pemberat) | Maksimum 5%
|
| Konduktivitas Termal | 0,11 Wm-1·K -1 |
| Bentuk Fisik | Bola berongga, inert, dan mengalir bebas |
| Kelembapan Permukaan | Maksimum 0,5% |
| Kekerasan | Skala Mohs 5 |
FITUR:
Cenosfer bersifat keras dan kaku, ringan, kedap air, tidak berbahaya, dan isolatif. Hal ini membuat cenosfer sangat berguna dalam berbagai produk, terutama sebagai bahan pengisi. Cenosfer kini digunakan sebagai bahan pengisi dalam semen untuk menghasilkan beton dengan kepadatan rendah. Baru-baru ini, beberapa produsen mulai mengisi logam dan polimer dengan cenosfer untuk membuat material komposit ringan dengan kekuatan lebih tinggi daripada jenis material busa lainnya. Material komposit tersebut disebut busa sintaksis. Busa sintaksis berbasis aluminium banyak diaplikasikan di sektor otomotif.
Cenosphere berlapis perak digunakan dalam lapisan konduktif, ubin, dan kain. Kegunaan lainnya adalah dalam cat konduktif untuk lapisan antistatik dan perisai elektromagnetik.
PENGGUNAAN:
1. Konstruksi (panel dinding, papan serat beton, pengisi kayu)
2. Pelapis (jalan raya, pipa bawah tanah, jalan masuk)
3. Otomotif (peredam suara, kampas rem, pelapis anti karat)
4. Perlengkapan rekreasi (pelampung, papan selancar, peralatan golf, dll.)
5. Keramik (ubin, batu bata tahan api, semen tahan suhu tinggi, dll.)
6. Ladang minyak (lumpur pengeboran, penyemenan)
7. Plastik (PVC, campuran, film)
8. Dirgantara (isolasi keramik, dll.)












