Komposisi kimia utama butiran apung adalah oksida silikon dan aluminium, di mana kandungan silikon dioksida sekitar 50-65%, dan kandungan aluminium oksida sekitar 25-35%. Karena titik leleh silika setinggi 1725 ℃ dan alumina 2050 ℃, keduanya merupakan material tahan api yang tinggi. Oleh karena itu, butiran apung memiliki ketahanan api yang sangat tinggi, umumnya hingga 1600-1700 ℃, menjadikannya material tahan api berkinerja tinggi yang sangat baik. Ringan, isolasi termal. Dinding butiran apung tipis dan berongga, rongganya semi vakum, hanya sedikit gas (N2, H2 dan CO2, dll.), dan konduksi panasnya sangat lambat dan sangat kecil. Oleh karena itu, butiran apung ini tidak hanya ringan (berat volume 250-450 kg/m3), tetapi juga memiliki insulasi termal yang sangat baik (konduktivitas termal 0,08-0,1 pada suhu ruangan), yang menjadi dasar bagi peran pentingnya di bidang material insulasi termal ringan.
Kekerasan dan kekuatan tinggi. Karena butiran apung merupakan badan kaca keras yang terbentuk dari fase mineral silika alumina (kuarsa dan mullit), kekerasannya dapat mencapai Mohs 6-7, kekuatan tekan statis dapat mencapai 70-140 MPa, dan densitas sebenarnya adalah 2,10-2,20 g/cm³, yang setara dengan batuan. Oleh karena itu, butiran apung memiliki kekuatan yang tinggi. Umumnya, material berpori atau berongga ringan seperti perlit, batu didih, diatomit, sepiolit, dan vermikulit yang mengembang memiliki kekerasan dan kekuatan yang buruk. Produk isolasi termal atau produk tahan api ringan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut memiliki kelemahan berupa kekuatan yang buruk. Kelemahan tersebut justru merupakan kekuatan butiran apung, sehingga butiran apung memiliki keunggulan kompetitif dan penggunaan yang lebih luas. Ukuran partikelnya halus dan luas permukaan spesifiknya besar. Ukuran alami butiran apung adalah 1-250 μM. Luas permukaan spesifiknya adalah 300-360 cm²/g, mirip dengan semen. Oleh karena itu, butiran apung dapat digunakan langsung tanpa penggilingan.
Kehalusan butiran apung dapat memenuhi kebutuhan berbagai produk. Bahan isolasi termal ringan lainnya umumnya memiliki ukuran partikel besar (seperti perlit, dll.), jika digiling akan sangat meningkatkan kapasitasnya, sehingga isolasi termalnya sangat berkurang. Dalam hal ini, butiran apung memiliki keunggulan. Isolasi listrik yang sangat baik. Butiran apung merupakan bahan isolasi yang sangat baik dan tidak menghantarkan listrik. Umumnya, resistansi isolator menurun seiring dengan peningkatan suhu, tetapi resistansi butiran apung meningkat seiring dengan peningkatan suhu. Keunggulan ini tidak dimiliki oleh bahan isolasi lainnya. Oleh karena itu, butiran apung dapat digunakan untuk membuat produk isolasi dalam kondisi suhu tinggi.
Waktu posting: 01 Februari 2021

