berita

Batu vulkanik (umumnya dikenal sebagai batu apung atau basal berpori) adalah material fungsional dan ramah lingkungan, yaitu batu berpori yang sangat berharga yang terbentuk dari kaca vulkanik, mineral, dan gelembung setelah letusan gunung berapi. Batu vulkanik mengandung puluhan mineral dan unsur jejak seperti natrium, magnesium, aluminium, silikon, kalsium, titanium, mangan, besi, nikel, kobalt, dan molibdenum. Batu ini tidak memancarkan radiasi dan memiliki gelombang magnetik inframerah jauh. Setelah letusan gunung berapi yang dahsyat, setelah puluhan ribu tahun, manusia semakin menemukan nilainya. Kini, batu vulkanik telah memperluas bidang aplikasinya ke berbagai bidang seperti arsitektur, konservasi air, penggilingan, bahan penyaring, arang barbekyu, lansekap, budidaya tanpa tanah, dan produk hias, memainkan peran yang tak tergantikan di berbagai industri.

Batu vulkanik adalah jenis material fungsional dan ramah lingkungan yang baru, yaitu batu berpori yang sangat berharga yang terbentuk dari kaca vulkanik, mineral, dan gelembung setelah letusan gunung berapi. Batu vulkanik mengandung puluhan mineral dan unsur jejak seperti natrium, magnesium, aluminium, silikon, kalsium, titanium, mangan, besi, litium, nikel, kobalt, dan molibdenum.

Karakteristiknya adalah ringan, kuat, isolasi termal, peredam suara, tahan api, tahan asam dan basa, tahan korosi, tidak menimbulkan polusi, tidak memancarkan radiasi, dan memiliki banyak pori-pori kecil di permukaannya, seperti pori-pori pada kulit. Perendaman dalam oli mesin dapat secara bertahap menyerap komponen minyak esensial, kemudian melepaskannya secara perlahan ke kulit, sehingga dapat menembus tubuh manusia. Selain itu, dikombinasikan dengan produk minyak esensial yang diformulasikan dan teknik detoksifikasi khusus, batu vulkanik semakin banyak digunakan dalam bidang kedokteran dan estetika dalam beberapa tahun terakhir karena dapat mengatasi banyak masalah kulit yang mengganggu.
火山石3


Waktu posting: 11 Juli 2023