Kaolin, mineral non-logam, adalah jenis tanah liat dan batuan lempung yang terutama terdiri dari mineral lempung kelompok kaolinit. Karena penampilannya yang putih dan halus, ia juga dikenal sebagai tanah Baiyun. Komponen utamanya adalah aluminium trioksida dan silikon dioksida.
Kaolin murni berwarna putih, halus, dan bertekstur lembut, dengan sifat fisik dan kimia yang baik seperti plastisitas dan ketahanan api. Komposisi mineralnya terutama terdiri dari kaolinit, halloysit, hidromika, illit, montmorillonit, serta mineral seperti kuarsa dan feldspar.
Karakteristik proses:
1. Keputihan – Keputihan adalah salah satu parameter utama untuk kinerja pengolahan kaolin, dan kaolin dengan kemurnian tinggi berwarna putih. Keputihan kaolin dibagi menjadi keputihan alami dan keputihan setelah kalsinasi. Untuk bahan baku keramik, keputihan setelah kalsinasi lebih penting, dan semakin tinggi keputihan setelah kalsinasi, semakin baik kualitasnya.
2. Distribusi ukuran partikel – Distribusi ukuran partikel mengacu pada proporsi (dinyatakan dalam persentase kandungan) partikel dalam kaolin alami dalam rentang ukuran partikel kontinu yang berbeda (dinyatakan dalam milimeter atau mikrometer mesh). Setiap departemen industri memiliki persyaratan khusus untuk ukuran partikel dan kehalusan kaolin untuk berbagai tujuan. Amerika Serikat mensyaratkan kaolin yang digunakan sebagai pelapis memiliki kandungan kurang dari 2 μm (6250 mesh), yang mencapai 90-95%, dan pengisi pembuatan kertas dengan kandungan kurang dari 2 μm mencapai 78-80%. Untuk proses pengecoran yang membutuhkan pengecoran cepat, kecepatan pengisian yang dipercepat, dan kecepatan dehidrasi, perlu untuk meningkatkan ukuran partikel bahan.
3. Suspensi: Suspensi dan dispersi mengacu pada sifat-sifat kaolin yang sulit mengendap ketika didispersikan dalam air. Juga dikenal sebagai anti flokulasi. Semakin kecil ukuran partikel, semakin baik suspensinya. Kaolin yang digunakan dalam industri enamel membutuhkan sifat suspensi yang baik. Kinerja suspensi sampel yang didispersikan dalam air umumnya ditentukan oleh laju pengendapannya selama periode waktu tertentu.
4. Isolasi listrik: Kaolin berkualitas tinggi memiliki sifat isolasi listrik yang baik, yang dapat digunakan untuk membuat keramik frekuensi tinggi dan keramik nirkabel. Tingkat kinerja isolasi listrik dapat diukur dari kemampuannya untuk menahan kerusakan listrik.
Klasifikasi:
kaolin yang dicuci dengan air, kaolin yang dikalsinasi, metakaolin.
Penggunaan:
Kaolin memiliki beragam kegunaan, terutama digunakan dalam pembuatan kertas, keramik, dan bahan tahan api, diikuti oleh pelapis, pengisi karet, glasir enamel, dan bahan baku semen putih. Dalam jumlah kecil, kaolin digunakan di sektor industri seperti plastik, cat, pigmen, roda gerinda, pensil, kosmetik sehari-hari, sabun, tekstil, minyak bumi, kimia, bahan bangunan, dan lain-lain.
Waktu posting: 28 Agustus 2024
